Informasi Penerbangan Citilink Terkait COVID-19

 

Terakhir diperbaharui tanggal 22 Oktober 2021 pukul 10.00 (WIB)

  • Peraturan dibawah ini adalah persyaratan dokumen untuk penerbangan domestik pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlaku sejak tanggal 26 Juli 2021 hingga pemberitahuan selanjutnya

    Perhatian: Hasil Negatif tes COVID-19 wajib diterbitkan oleh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes) yang disebutkan dalam Keputusan MENKES RI (lihat daftarnya di sini) dan penumpang harus memastikan bahwa hasil tes di upload ke sistem eHAC oleh fasyankes terkait
     
     
    Persyaratan Perjalanan & Dokumen Penerbangan
     

    Peraturan dibawah ini adalah persyaratan dokumen untuk penerbangan domestik berlaku mulai 24 Oktober 2021 hingga pemberitahuan selanjutnya

    Perhatian: Hasil Negatif tes COVID-19 wajib diterbitkan oleh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes) yang disebutkan dalam Keputusan MENKES RI (lihat daftarnya di sini) dan penumpang harus memastikan bahwa hasil tes di upload ke sistem eHAC terintegrasi ke aplikasi PeduliLindungi oleh fasyankes terkait (unduh aplikasi PeduliLindungi di Android dan iOS)

     :

     
    Rute Penerbangan Sertifikat Vaksin COVID-19
    Hasil Negatif Tes COVID-19
    (waktu sejak pengambilan sampel)
    Persyaratan Tambahan
    RT-PCR
    RAPID ANTIGEN
    PPKM Semua Level 
    • Antar kota di dalam Pulau Jawa dan Pulau Bali
    • Dari atau menuju Pulau Jawa 
    • Dari atau menuju Pulau Bali

    Daerah PPKM Level 3 dan 4 
    (dan sebaliknya)

    Banda Aceh, Palangkaraya, Pangkal Pinang, Tanjung Pandan (Belitung)

    PPKM Level 2
    Bengkulu, Pontianak, Banjarmasin, Manado
    Min. Dosis Pertama 2 x 24 Jam Tidak berlaku Khusus tujuan Bali:
    - Surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR harus dilengkapi dengan barcode/ QRCode
    - vaksin di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai (DPS) Bali tidak dapat terbang di hari yang sama dengan vaksinasi
    - Penumpang yang pernah terpapar COVID-19 tiga bulan terakhir dapat membawa Surat Keterangan Penyintas COVID-19 sebagai referensi tidak dapat vaksinas
    - WNA yang berangkat dari Bali dengan tujuan internasional melalui penerbangan domestik dan transit tidak lebih dari 24 jam di bandara transit, tidak wajib menunjukkan sertifikat vaksin

    Khusus tujuan Pontianak: 

    Surat keterangan harus tercantum di dalam aplikasi e-HAC penumpang dan di surat keterangan harus tertera QRCode apabila penumpang tidak dapat menunjukkan validasi (barcode) digital pada surat keterangan hasil negatif RT-PCR di e-HAC, maka tidak dapat melanjutkan penerbangan atau dapat melakukan tes RT-PCR ulang dan menunjukkan barcode dan akan dilakukan tes RT-PCR secara acak pada saat kedatangan.

    Khusus tujuan Banjarmasin:

    Berlaku ketentuan wajib test PCR mulai tanggal 19 Oktober - 08 November 2021

    Khusus tujuan Manado:
    Pada saat kedatangan di Bandara Sam Ratulangi, penumpang akan di wajibkan untuk melakukan tes Rapid Antigen oleh otoritas setempat
    Antar Kota diluar Pulau Jawa dan Pulau Bali Level 2 dan Level 1: 
    PPKM Level 2

    Ambon, Balikpapan, Batam, Biak, Gorontalo, Gunungsitoli, Jambi, Jayapura, Kendari, Kupang, Labuan Bajo, Labuan Bajo, Lampung, Lombok, Mamuju, Makassar, Manado, Merauke, Nabire, Padang, Palu, Pekanbaru, Palembang, Samarinda, Sibolga, Sorong, Ternate

    PPKM Level 1
    Medan (Kualanamu), Tanjung Pinang
    Tetap mengikuti ketentuan dari daerah masing-masing
    2 x 24 Jam 1 x 24 Jam
    (hasil tes Rapid Antigen tidak berlaku untuk penerbangan dari/menuju Jawa/Bali)
    Khusus tujuan Lombok: 
    Surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/Rapid Antigen harus dilengkapi dengan barcode/ QRCode

    Khusus tujuan Gorontalo: 
    Akan dilakukan tes Rapid Antigen disaat kedatangan dan apabila hasilnya positif akan dilakukan tes RT-PCR dan wajib isolasi menunggu hasil

    Khusus tujuan Manado: 
    Pada saat kedatangan di Bandara Sam Ratulangi, penumpang akan di wajibkan untuk melakukan tes Rapid Antigen oleh otoritas setempat

    Khusus tujuan Biak, Merauke, Jayapura: 
    1) Wajib dilengkapi Surat Keterangan Perjalanan dari pejabat tertinggi instansi tempat bekerja (bagi yang berdinas) atau dari instansi yang memiliki kepentingan (bagi yang berkepentingan khusus) atau dari pemerintah daerah asal (bagi yang bertempat tinggal/ber-KTP/berindentitas selain Provinsi Papua). 
    2) Akan dilakukan tes RT-PCR atau Rapid Antigen pada saat kedatangan dan jika hasilnya positif akan dilakukan isolasi terpusat dengan biaya ditanggung penumpang

    Khusus tujuan Labuan Bajo: 
    untuk perjalanan wisata wajib dilengkapi dengan pendaftaran pada portal daring registrasi kunjungan wisata Labuan Bajo yang dapat di akses di sini
     

    Hal-hal yang perlu diperhatikan:

    1. Hasil Negatif tes COVID-19 wajib diterbitkan oleh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes) yang disebutkan dalam Keputusan MENKES RI (lihat daftarnya di sini) dan penumpang harus memastikan bahwa hasil tes di upload ke sistem eHAC yang terintegrasi ke aplikasi PeduliLindungi oleh fasyankes terkait.
    2. Jika terdapat perbedaan persyaratan antara daerah asal dan tujuan keberangkatan, maka peraturan mengikuti yang lebih ketat atau sesuai dengan kebijakan otoritas daerah setempat.
    3. Semua penumpang harus mengisi Electronic Health Alert Card (eHAC) yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi, aplikasi PeduliLindungi yang dapat diunduh di: Android dan iOS.
    4. Penumpang berusia di bawah 12 tahun diperbolehkan melakukan perjalanan selama didampingi keluarga yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga dan menunjukkan hasil tes COVID-19 sesuai syarat rute penerbangan (tanpa sertifikat vaksin).
    5. Penumpang dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksin, dengan persyaratan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19 serta wajib melengkapi dokumen hasil test Covid-19 sesuai dengan ketentuan destinasi tujuan.
    6. Penumpang yang berangkat dari wilayah yang tidak memiliki faisilitas tes RT-PCR yang dapat menerbitkan hasil dengan waktu singkat dihimbau memastikan kebijakan otoritas bandara keberangkatan dengan menghubungi petugas Satgas Covid-19 di Bandara Keberangkatan.
    7. Penumpang yang berangkat dari wilayah perbatasan dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) tidak berlaku ketentuan surat kesehatan sebagaimana yang diharuskan.
    8. Penumpang dengan penerbangan domestik transit (tidak keluar bandara/tidak ganti penerbangan) maka mengacu pada persyaratan tujuan akhir penerbangan.
    9. Penumpang penerbangan internasional masuk ke Indonesia yang memiliki penerbangan lanjutan domestik agar mengikuti persyaratan masuk Indonesia (mohon dapat melihat syarat Penerbangan Internasional Masuk ke Indonesia di bawah) dan juga mengikuti persyaratan daerah tujuan akhir.
    10. Penumpang WNA yang akan meninggalkan Indonesia melalui penerbangan transit domestik tidak diwajibkan untuk menunjukkan sertifikat vaksinasi COVID-19 selama tidak keluar bandara selama transit dan diizinkan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara keberangkatan.

    Selain persyaratan diatas, sesampainya di bandara tujuan, penumpang dimungkinkan mendapatkan pemeriksaan tambahan dari otoritas setempat atau mengisi form/surat pernyataan lainnya sesuai dengan ketentuan lokal pemerintah/otoritas setempat.

    Penumpang mohon dapat mengunduh dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk proses pemeriksaan dokumen persyaratan penerbangan (sertifikat vaksin dan hasil negatif tes COVID-19) di bandara keberangkatan. Kami menyarankan agar penumpang tetap membawa print out (hasil cetak) dokumen persyaratan asli (sertifikat vaksin dan hasil negatif tes COVID-19) sebelum tiba di bandara keberangkatan sebagai antisipasi apabila dibutuhkan.

    Citilink Indonesia tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kekurangan dokumen persyaratan dan berhak untuk membatalkan penerbangan penumpang yang tidak memenuhi persyaratan yang dimaksud.

     
     

    Pada saat kedatangan di Bandara Sam Ratulangi, penumpang akan di wajibkan
    untuk melakukan Test Rapid Antigen oleh otoritas setempat
    Pada saat kedatangan di Bandara Sam Ratulangi, penumpang akan di wajibkan
    untuk melakukan Test Rapid Antigen oleh otoritas setempat

    *Keberangkatan ke Pangkal Pinang dari Tanjung Pandan; hasil tes COVID-19 bisa menggunakan hasil negatif tes Rapid Antigen berlaku 1 x 24 jam sejak pengambilan sampel
    *Keberangkatan ke Timika dari dalam Provinsi Papua; hasil tes COVID-19 bisa menggunakan hasil negatif tes Rapid Antigen berlaku 1 x 24 jam sejak pengambilan sampel
    *Keberangkatan ke Pangkal Pinang dari Tanjung Pandan; hasil tes COVID-19 bisa menggunakan hasil negatif tes Rapid Antigen berlaku 1 x 24 jam sejak pengambilan sampel
    *Keberangkatan ke Timika dari dalam Provinsi Papua; hasil tes COVID-19 bisa menggunakan hasil negatif tes Rapid Antigen berlaku 1 x 24 jam sejak pengambilan sampel
     

    Persyaratan masuk Indonesia sesuai ketentuan pada laman resmi IATA :

    • WNI
      Seluruh Warga Negara Indonesia diperbolehkan masuk Indonesia.
      Khusus bagi WNI memiliki riwayat perjalanan ke wilayah India dalam kurun waktu 14 (empat belas) hari, hanya dapat memasuki wilayah Indonesia melalui:
      a. TPI Bandar Udara Soekarno-Hatta Tangerang (CGK)
      b. TPI Bandar Udara Juanda Surabaya (SUB)
      c. TPI Bandar Udara Kualanamu Medan (KNO)
      d. TPI Bandar Udara Sam Ratulangi Manado (MDC)
    • WNA
      Pelaku perjalanan WNA dari seluruh negara asing yang akan memasuki Indonesia, baik secara langsung maupun transit di negara asing, untuk sementara dilarang memasuki Indonesia kecuali yang memenuhi salah satu kriteria sebagai berikut:
      - Sesuai ketentuan dalam Permenkumham No. 27 Tahun 2020 yang menyebutkan bahwa adanya pembatasan bagi WNA untuk masuk atau transit ke wilayah Indonesia selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat, hal ini dikecualikan bagi: WNA pemegang Visa dan/atau Izin Tinggal yang sah dan berlaku (terdiri atas Visa Dinas, Visa Diplomatik, Visa Tinggal Dinas, Izin Tinggal Dinas, Izin Tinggal Diplomatik, Izin Tinggal Terbatas, Izin Tinggal Tetap), WNA dengan tujuan kesehatan dan kemanusiaan (setelah mendapat rekomendasi dari kementerian/lembaga yang menyelenggarakan fungsi COVID-19), dan awak alat angkut yang datang dengan alat angkutnya.
      - Sesuai skema perjanjian bilateral Travel Corridor Agreement (TCA).
      - Mendapatkan pertimbangan/izin khusus secara tertulis dari Kementerian/Lembaga.

    Protokol Kesehatan untuk Penumpang Penerbangan Internasional tujuan Indonesia:
    Seluruh Pelaku Perjalanan Internasional, baik yang berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) harus mengikuti ketentuan/persyaratan sebagai berikut:

    1. Mematuhi ketentuan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah.
    2. Menunjukkan hasil negatif melalui tes RT-PCR di negara asal yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum jam keberangkatan dan dilampirkan pada saat pemeriksaan kesehatana tau e-HAC Internasional Indonesia;
    3. Menunjukkan sertifikat vaksinasi COVID-19 lengkap (seluruh dosis), jika penumpang tidak dapat menunjukkan sertifikat vaksinasi COVID-19, maka berlaku peraturan sebagai berikut:
      1. Bagi WNI, tetap diperbolehkan memasuki Indonesia dan akan divaksinasi di tempat karantina saat tiba di Indonesia
      2. Bagi WNA, tidak diperbolehkan memasuki Indonesia. WNA yang sudah berada di wilayah Indonesia dan akan melakukan perjalanan baik domestik maupun internasional harus melakukan vaksinasi melalui skema program Gotong Royong sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Dikecualikan dari kewajiban menunjukkan sertifikat vaksin adalah:
        - Pemegang Visa Diplomatik
        - Pemegang Visa Dinas yang terkait dengan kunjungan resmi atau kenegaraan pejabat asing setingkat menteri ke atas
        - WNA yang masuk ke Indonesia dengan skema Travel Corridor Arrangement (TCA), sesuai prinsip resprositas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan keta
        - WNA berusia di bawah 12 tahun yang masuk ke Indonesia dan memiliki penerbangan lanjutan dengan syarat didampingi orang tua yang memiliki hasil negatif tes RT-PCR
    4. Pada saat kedatangan, dilakukan tes ulang RT-PCR bagi pelaku perjalanan internasional dan diwajibkan menjalani karantina terpusat selama 8 x 24 jam, dengan ketentuan sebagai berikut:
      1. Bagi WNI, yaitu Pekerja Migran Indonesia (PMI); Pelajar/mahasiswa; atau Pegawai Pemerintah yang kembali dari perjalanan dinas luar negeri di Wisma Pademangan sesuai dengan Surat Keputusan Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 8 Tahun 2021 dengan biaya ditanggung oleh Pemerintah.
      2. Bagi WNI diluar kriteria sebagaimana disebutkan diatas dan bagi WNA, termasuk diplomat asing, diluar kepala perwakilan asing dan keluarga kepala perwakilan asing menjalani karantina di tempat akomodasi karantina yang telah mendapatkan sertifikasi penyelenggaran akomodasi karantina COVID-19 oleh Kementerian Kesehatan dengan biaya seluruhnya ditanggung mandiri.
    5. Dalam hal kepala perwakilan asing dan keluarga yang bertugas di Indonesia dapat melakukan karantina mandiri di kediaman masing-masing selama 8 x 24 jam sebagaimana dimaksud pada point nomor 3;
    6. Dalam hal hasil pemeriksaan ulang RT-PCR pada saat kedatangan menunjukkan hasil positif maka dilakukan perawatan di rumah sakit bagi WNI dengan biaya ditanggung oleh pemerintah dan bagi WNA dengan biaya seluruhnya ditanggung mandiri;
    7. Dalam hal Warga Negara Asing (WNA) tidak dapat membiayai karantina mandiri dan/atau perawatannya di Rumah Sakit, maka pihak sponsor, kementerian/lembaga/BUMN yang memberikan pertimbangan izin masuk bagi WNA tersebut dapat dimintakan pertanggungjawaban yang dimaksud.
    8. Pada hari ke-7 karantina, bagi WNI dan WNA dilakukan pemeriksaan ulang RT-PCR.
      1. Dalam hal hasil negatif: maka bagi WNI dan WNA diperkenankan untuk melanjutkan perjalanan dan dianjurkan untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari serta menerapkan protokol kesehatan;
      2. Dalam hal hasil positif: maka dilakukan perawatan di rumah sakit bagi WNI dengan biaya ditanggung oleh pemerintah dan bagi WNA dengan biaya seluruhnya ditanggung mandiri;

    Ketentuan ini berdasarkan SE Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 8 Tahun 2021 beserta addendumnya dan berlaku mulai 6 Juli 2021 hingga pemberitahuan selanjutnya.

    Selain persyaratan diatas, sesampainya di bandara tujuan, penumpang dimungkinkan mendapatkan pemeriksaan tambahan dari otoritas setempat atau mengisi form/surat pernyataan lainnya sesuai dengan ketentuan lokal pemerintah/otoritas setempat. Penumpang mohon untuk dapat menyiapkan copy seluruh dokumen persyaratan beserta aslinya sebelum tiba di bandara keberangkatan untuk dilaporkan dan diserahkan ke Petugas Check-in Counter. Citilink Indonesia tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kekurangan dokumen persyaratan dan berhak untuk membatalkan penerbangan penumpang yang tidak memenuhi persyaratan yang dimaksud.

     
     


    #BetterFlyCitilink




    Dapat kami sampaikan bahwa sebelum melakukan perjalanan penerbangan, penumpang wajib memiliki hasil PCR / Rapid Test yang terdapat dalam Paspor Kesehatan e-HAC yang dapat di download / unduh pada website atau mobile apps e-HAC.

    Pasporsehat.com platform journey

    100

    Berikut langkah mendapatkan Paspor Kesehatan E-HAC:

    1. Download / unduh pada mobile apps e-HAC pada Appstore atau Playstore Anda;
    2. Login / masuk pada akun e-HAC (data diri);
    3. Pilih menu paspor kesehatan;
    4. Pilih menu portal paspor kesehatan;
    5. Pilih menu rumah sakit / klinik / laboratorium Umum untuk daftar test Rapid Antigen/Swab PCR yang sesuai dengan lokasi tempat tinggal Anda;
    6. Mengisi data diri anda sesuai kolom yang tersedia;
    7. Klik Daftar / Submit untuk mengirim;
    8. Harap menunjukan data yang telah ter-registrasi pada aplikasi e-HAC anda ke faskes atau klinik/RS yang telah anda pilih;
    9. Pastikan hasil anda dimasukkan di dalam e-HAC oleh faskes tersebut.
    10. Anda dapat melihat hasil Rapid/PCR Test di dalam platform E-HAC dengan cara:

    101102


    Data swab PCR / Rapid Test anda akan dapat dipergunakan untuk melakukan perjalanan pesawat udara. Terima kasih.

     

    Alat yang Digunakan oleh KKP

    103 104


    Manual membaca

    111
    105

    106




    Citilink menyarankan calon penumpang untuk melakukan pengecekan jadwal penerbangan secara berkala dengan menghubungi Call Center Citilink di 0804 1 080808.

    Hal ini untuk mengantisipasi adanya perubahan jadwal penerbangan terkait perkembangan kasus COVID-19.



    Citilink melakukan langkah-langkah antisipatif terhadap situasi ini, melalui:

    • Pelaksanaan desinfeksi armada pesawat secara rutin dan menyeluruh
    • Edukasi kepada penumpang untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan hashtag #MulaiDariKitaAjaDulu
    • Menyediakan hand sanitizer pada area customer service, boarding gate, dan toilet pesawat
    • Armada pesawat yang dilengkapi dengan sistem penyaring udara HEPA (High Efficiency Particulate Air) untuk menyaring debu serta berbagai bahan pencemar udara, termasuk virus dan bakteri
    • Melakukan pengecekan suhu tubuh awak kabin dan penumpang pesawat
    • Penggunaan masker dan sarung tangan oleh seluruh awak kabin
    • Melakukan prosedur karantina untuk penumpang pesawat dengan kondisi tidak sehat
    • Melakukan manajemen karantina untuk awak kabin dengan kondisi tidak sehat atau memiliki riwayat mengunjungi negara yang terkena wabah COVID-19


    Terhitung tanggal 23 Juli 2020, penerbangan rute internasional dan domestik Citilink Indonesia pindah ke Terminal 3.

    Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Call Center Citilink di 0804 1 080808.



     
    citilink-flexi-flight-landing-page
    ctl---family-pack-landing-page