Informasi Penerbangan Citilink Terkait COVID-19

 

Terakhir diperbaharui tanggal 27 Juni 2022 pukul 09.00 (WIB)

  • Peraturan dibawah ini adalah persyaratan dokumen untuk penerbangan domestik pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlaku sejak tanggal 18 Mei 2022 hingga pemberitahuan selanjutnya

    Perhatian: Hasil Negatif tes COVID-19 wajib diterbitkan oleh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes) yang disebutkan dalam Keputusan MENKES RI (lihat daftarnya di sini) dan penumpang harus memastikan bahwa hasil tes di upload ke sistem eHAC oleh fasyankes terkait
     
     
    Persyaratan Perjalanan & Dokumen Penerbangan
     

    Peraturan dibawah ini adalah persyaratan dokumen untuk penerbangan domestik berlaku mulai 18 Mei 2022 hingga pemberitahuan selanjutnya

    Perhatian: Hasil Negatif tes COVID-19 wajib diterbitkan oleh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes) yang disebutkan dalam Keputusan MENKES RI (lihat daftarnya di sini) dan penumpang harus memastikan bahwa hasil tes di upload ke sistem eHAC terintegrasi ke aplikasi PeduliLindungi oleh fasyankes terkait (unduh aplikasi PeduliLindungi di Android dan iOS)

     :

     
    PERSYARATAN PENERBANGAN DOMESTIK
    Rute Penerbangan Sertifikat Vaksin COVID-19 Hasil Negatif Tes COVID-19
    (waktu sejak pengambilan sampel)
    Perjalanan Domestik Dosis Pertama Diwajibkan Test PCR dengan masa berlaku surat 3x24 Jam sebelum jadwal Keberangkatan atau Test Antigen dengan masa berlaku surat 1x24 Jam sebelum jadwal keberangkatan
    Dosis Kedua & Ketiga (Booster) Tidak diwajibkan
     

    Hal-hal yang perlu diperhatikan:

    1. Penumpang wajib mengunduh dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat melakukan perjalanan dalam negeri, serta untuk mengisi kartu kewaspadaan kesehatan elektronik (E-HAC) dan untuk proses pemeriksaan dokumen persyaratan penerbangan (sertifikat vaksin dan hasil negatif tes COVID-19) di bandara keberangkatan.
      Kami menyarankan agar penumpang tetap membawa print out (hasil cetak) dokumen persyaratan asli (sertifikat vaksin dan hasil negatif tes COVID-19) sebelum tiba di bandara keberangkatan sebagai antisipasi apabila dibutuhkan oleh petugas KKP di bandara setempat.
    2. Khusus anak di bawah usia 6 tahun tidak diwajibkan test PCR atau Test Antigen, Namun dapat melakukan perjalanan dengan pendamping perjalanan yang telah memenuhi ketentuan vaksinasi dan pemeriksaan Covid-19 serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
    3. Penumpang dengan kepentingan khusus yang tidak atau belum divaksin dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksinasi, wajib menunjukan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1x24 jam atau hasil tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam  kurun waktu maksimal 3 x 24 jam serta wajib  melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi COVID-19.
    4. Ketentuan sebagaimana yang dimaksud, dikecualikan untuk moda transportasi perintis termasuk di wilayah perbatasan, daerah 3T (tertinggal, terdepan, tertular) dan pelayaran terbatas sesuai dengan kondisi daerah masing-masing.

    Ketentuan persyaratan perjalanan penerbangan diatas mengacu kepada surat edaran sebagai berikut;

    1. Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas) No 18 Tahun 2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) (Klik Disini)
    2. Surat Edara Kementrian perhubungan No 56 Tahun 2022 tentang Petunjukan Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) (Klik Disini)

    Citilink Indonesia tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kekurangan dokumen persyaratan dan berhak untuk membatalkan penerbangan penumpang yang tidak memenuhi persyaratan yang dimaksud.

     
     


     
    PERSYARATAN PENERBANGAN INTERNASIONAL

    Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN), memasuki wilayah Indonesia melalui pintu masuk (entry point) perjalanan luar negeri pada Bandar Udara:

    1. Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) - Tangerang – Jakarta
    2. Bandara internasional Juanda (SUB) - Surabaya
    3. Bandara Internasional Sam Ratulangi (MDC) - Manado
    4. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (DPS) - Denpasar - Bali
    5. Bandara Internasional Hang Nadim (BTH) - Batam - Kep. Riau
    6. Bandara Internasional Raja Fiisabilillah (TNJ) - Tanjung Pinang - Kep. Riau
    7. Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (LOP) - Nusa Tenggara Barat
    8. Bandara Internasional Kualanamu (KNO) - Sumatera Utara
    9. Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (UPG) - Sulawesi Selatan
    10. Bandara New Yogyakarta Internasional Airport (YIA) - Kulon Progo - Yogyakarta
    11. Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (BTJ) - Aceh
    12. Bandara Internasional Minangkabau (PDG) – Padang - Sumatera Barat
    13. Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (PLM) - Palembang - Sumatera Selatan
    14. Bandara Internasional Adisumarmo (SOC) – Solo - Jawa Tengah
    15. Bandara Internasional Syamsudin Noor (BDJ) – Banjarmasin - Kalimantan Selatan
    16. Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (BPN) - Balikpapan, Sepingan - Kalimantan Timur
    Pintu masuk (entry point) sebagaimana dimaksud pada angka 1) huruf k), angka 1) huruf l), angka 1) huruf m), angka 1) huruf n), angka 1) huruf o), dan angka 1) huruf p) hanya ditujukan sebagai pintu masuk (entry point) bagi PPLN yang terlibat dalam program haji dan dibuka dalam rentang waktu 4 Juni 2022 hingga 15 Agustus 2022
    Warga Negara Indonesia (WNI)
    Seluruh Warga Negara Indonesia diperbolehkan masuk Indonesia
    Warga Negara Asing (WNA)
    Pelaku perjalanan WNA dari seluruh negara asing baik secara langsung maupun transit di negara asing, untuk sementara dilarang memasuki Indonesia kecuali yang memenuhi salah satu kriteria sebagai berikut:
    • Sesuai ketentuan dalam Permenkumham No. 34 Tahun 2021, Pembatasan bagi WNA untuk masuk atau transit ke wilayah Indonesia dikecualikan bagi: WNA pemegang Visa dan/atau Izin Tinggal yang sah dan berlaku (terdiri atas Visa Dinas, Visa Diplomatik, Visa Kunjungan, Visa Tinggal Terbatas, Izin Tinggal Dinas, Izin Tinggal Diplomatik, Izin Tinggal Terbatas, Izin Tinggal Tetap dan WNA dengan tujuan kemanusiaan dan kesehatan (setelah mendapat rekomendasi dari kementerian/Lembaga yang menyelenggarakan fungsi COVID-19), dan awak alat angkut yang datang dengan alat angkutnya.
    • ​Sesuai skema perjanjian bilateral Travel Corridor Agreement (TCA)
    • Mendapatkan pertimbangan/izin khusus secara tertulis dari Kementerian/Lembaga
    Persyaratan Dokumen & Protokol Kesehatan
    1 Mematuhi ketentuan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia.
    2 Diwajibkan untuk Mengunduh dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi serta mengisi e-HAC Indonesia di aplikasi tersebut sebelum keberangkatan.
    3 Menunjukkansertifikat vaksinasi COVID-19 (fisik maupun digital) dosis kedua semimalnya 14 (empat belas) hari sebelum keberangkatan dalam Bahasa Inggris selain dengan bahasa negara asal, jika penumpang tidak dapat menunjukkan sertifikat vaksinasi COVID-19 karena belum divaksinasi, maka berlaku peraturan sebagai berikut:
    1. Bagi WNI yang belum mendapat vaksin akan divaksinasi di entry point perjalanan luar negeri setelah dilakukan pemeriksaan RT-PCR saat kedatangan dengan hasil negatif atau di tempat karantina setelah dilakukan pemeriksaan RT-PCR kedua dengan hasil negatif.
    2. Bagi WNA yang belum mendapat vaksin akan divaksinasi di entry point perjalanan luar negeri setelah dilakukan pemeriksaan RT-PCR saat kedatangan dengan hasil negatif atau di tempat karantina setelah dilakukan pemeriksaan RT-PCR kedua dengan hasil negatif, dengan ketentuan sebagai berikut:
      • WNA berusia 6 - 17 tahun
      • Pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas dan/ atau
      • Pemegang kartu izin tinggal terbatas (KITAS) dan kartu izin tinggal tetap (KITAP)
     

    Kewajiban menunjukkan sertifikat vaksin dikecualikan kepada:

    1. WNA pemegang Visa Diplomatik dan Visa Dinas yang terkait dengan kunjungan resmi atau kenegaraan pejabat asing setingkat menteri ke atas beserta rombongan yang melakukan kunjungan resmi/kenegaraan.
    2. WNA yang masuk ke Indonesia dengan skema Travel Corridor Arrangement (TCA), sesuai prinsip resprositas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.
    3. WNI/WNA usia dibawah 18 Tahun
    4. WNI/WNA dengan kondisi kesehatan khusus atau mengidap penyakit komorbidyang tidak atau belum divaksindengan alasan medis berdasarkan surat keterangan dokter dariRumah Sakit Pemerintah Negara Keberangkatan.

    4

    Dalam hal Pelaku perjalanan luar negeri melakukan karantina terpusat dengan pembiayaan mandiri, wajib menunjukan bukti konfirmasi pembayaran atas pemesanan tempat akomodasi karantina dari penyedia akomodasi selama menetap di Indonesia.

     

    Bagi WNA, wajib melampirkan bukti kepemilikan asuransi kesehatan yang mencakup pembiayaan penanganan COVID-19 dan evakuasi medis menuju rumah sakit rujukan dengan minimal nilai pertanggungan sesuai yang ditetapkan oleh penyelenggara, pengelola, atau pemerintah daerah setempat;
    5 Penumpang internasional akan menjalani tes molekular isotermal (NAAT/jenis lainnya) atau tes RT-PCR dan pemeriksaan suhu tubuh dibandara kedatangan dalam rangka mengetahui status kesehatan pelaku perjalanan internasional, dandiwajibkan menjalani karantina terpusat selama:
    • 5 x 24 jam bagi pelaku perjalanan internasional (WNI & WNA) yang belum menerima vaksin/ baru menerima vaksin dosis pertama.
    • Bagi pelaku perjalanan internasional (WNI & WNA) yang telah menerima vaksin dosis kedua atau ketiga diperkenankan melanjutkan perjalanan.
    • Bagi pelaku perjalanan internasional (WNI & WNA) dibawah 18 tahun atau yang berusia 18 tahun dan membutuhkan perlindungan khusus, maka durasi karantina mengikuti ketentuan yang diberlakukan kepada orangtua atau pengasuh/pendamping perjalanannya.
    • Bagi Penumpang dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi COVID-19, diperkenankan melanjutkan perjalanan dengan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah negara keberangkatan yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi COVID-19.

    Ketentuan mengenai tempat karantina dan kewajiban RT-PCR bagi pelaku perjalanan internasional, adalah sebagai berikut:

    1. Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Indonesia untuk menetap minimal 14 hari di Indonesia; Pelajar/ mahasiswa; Pegawai Pemerintah; atau Perwakilan Indonesia dalam ajang perlombaan atau festival tingkat Internasional yang kembali dari perjalanan dinas luar negeri akan dikarantina di tempat yang ditentukan sesuai dengan ketentuan pemerintah dengan biaya ditanggung oleh pemerintah.
    2. Bagi WNI diluar kriteria sebagaimana disebutkan diatas dan bagi WNA, termasuk diplomat asing, (diluar kepala perwakilan asing dan keluarga kepala perwakilan asing) menjalani karantina di tempat akomodasi karantina yang telah mendapatkan sertifikasi penyelenggaran akomodasi karantina COVID-19 oleh Kementerian Kesehatan dengan biaya seluruhnya ditanggung mandiri.
    3. Kewajiban karantina hanya dikecualikan bagi: pemegang Visa Diplomat & Visa Dinas, kunjungan kenegaraan min. setingkat menteri beserta rombongan dan WNA yang masuk melalui program TCA.

    Setelah pengambilan sampel RT-PCR saat kedatangan, Penumpang melanjutkan dengan
    Pemeriksaan dokumen keimigrasian dan dokumen bea cukai;

    • Pengambilan bagasi dan desinfeksi bagasi;
    • Penjemputan dan pengantaran langsung ke hotel, tempak akomodasi penginapan atau tempat tinggal;
    • Menunggu hasil pemeriksaan RT-PCR di kamar hotel, kamar pada tempat akomodasi penginapan atau tempat tinggal; dan
    • Tidak diperkenankan untuk meninggalkan kamar hotel, kamar pada tempat akomodasi penginapan, atau tempat tinggal dan tidak diperkenankan untuk melakukan interaksi dengan orang lain sebelum hasil pemeriksaan RT-PCR menunjukkan hasil negatif

    Dalam hal Pelaku Perjalanan Luar Negeri pada saat kedatangan menunjukkan gejala dan/ atau memiliki suhu tubuh di atas 37.5 derajat celcius maka wajib menjalani pemeriksaan ulang RT-PCR, bagi WNI dengan biaya ditanggung oleh pemerintah dan bagi WNA dengan biaya seluruhnya ditanggung mandiri;

    Dalam hal Warga Negara Asing (WNA) tidak dapat membiayai karantina mandiri dan/ atau perawatannya di Rumah Sakit, maka pihak sponsor, kementerian/lembaga/BUMN yang memberikan pertimbangan izin masuk bagi WNA tersebut dapat dimintakan pertanggungjawaban yang dimaksud.

    Pada hari ke-4 karantina (5 x 24 jam) terhitung setelah kedatangan di wilayah Indonesia, bagi PPLN WNI dan WNA yang belum bisa mendapatkan vaksin/baru menerima vaksin dosis pertama, dilakukan pemeriksaan ulang RT-PCR.

    • Dalam hal hasil negatif: maka bagi WNI dan WNA diperkenankan untuk melanjutkan perjalanan dan dianjurkan untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari serta menerapkan protokol kesehatan;
    • Dalam hal hasil positif: maka dilakukan perawatan di rumah sakit bagi WNI dengan biaya ditanggung oleh pemerintah dan bagi WNA dengan biaya seluruhnya ditanggung mandiri;
    6

    Pelaku Perjalanan Luar Negeri WNA dan WNI dengan tujuan perjalanan wisata dapat memasuki wilayah Indonesia melalui entry point yang sudah ditentukan dengan pemenuhan persyaratan tersebut diatas, serta wajib melampirkan:

    • Bukti konfirmasi pemesanan dan pembayaran (booking) tempat akomodasi dari penyedia akomodasi selama menetap di Indonesia.
    • Khusus WNA PPLN, melampirkan Visa Kunjungan Singkat atau Izin masuk lainnya sesuai peraturan perundangan yang berlaku dan bukti kepemilikian asuransi kesehatan dengan nilai pertanggungan yang dapat mencakup pembiayaan penanganan COVID-19;
    7

    Pengurusan bebas Visa untuk keperluan pariwisata bagi pemegang Paspor dari Negara-negara berikut, Hanya berlaku 30 hari dan tidak dapat diperpanjang.

    1. Brunei Darusasalam
    2. Kamboja
    3. Laos
    4. Malaysia
    5. Myanmar
    6. Filipina
    7. Singapura
    8. Thailand
    9. Vietnam

    Ketentuan ini berdasarkan Surat Edaran Kementrian Pehubungan No 58 Tahun 2022 tentang Petujuk Pelaksanaan Perjalanan Luar Negeri Dengan Transportasi Udara Pada Masa Pendemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), berlaku mulai 18 Mei 2022 hingga pemberitahuan selanjutnya. (Klik Disini)
     
     
     
     


     
    Penumpang yang melakukan perjalanan Internasional keluar dari Indonesia, cek informasi syarat peraturan negara tujuan Anda di laman resmi sebagai berikut;
    1. IATA;
    2. Imigrasi RI

    Persyaratan untuk masuk ke Wilayah yang dituju dapat berubah dalam waktu singkat. Penumpang disarankan untuk memeriksa informasi perjalanan terbaru di bawah ini atau melalui otoritas setempat yang relevan sebelum melakukan perjalanan Anda.

     
     

    Malaysia

    Informasi lengkap terkait aturan perjalanan penerbangan menuju Malaysia. Klik Disini

    Penumpang yang tiba di wilayah negara Malaysia wajib mengunduh aplikasi My Sejahtera app Klik Disini

     
     

    Timor Leste

    Penumpang dapat melakukan perjalanan penerbangan menuju Dili-Timor Leste. Klik Disini

     
     
     
     



    #BetterFlyCitilink


    CTL-EFEKTIVITAS-JENIS-JENIS-MASKER-Landing-page


    Citilink menyarankan calon penumpang untuk melakukan pengecekan jadwal penerbangan secara berkala dengan menghubungi Call Center Citilink di 0804 1 080808.

    Hal ini untuk mengantisipasi adanya perubahan jadwal penerbangan terkait perkembangan kasus COVID-19.



    Terhitung tanggal 23 Juli 2020, penerbangan rute internasional dan domestik Citilink Indonesia pindah ke Terminal 3.

    Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Call Center Citilink di 0804 1 080808.



     
     
     
    Featured Products
    LUBL_Ad
    GetLink_Ad
    Lebih Untung Beli Langsung GetLink