event icon Press Release

CITILINK KLARIFIKASI KETERLAMBATAN PENERBANGAN HALIM - DENPASAR BUKAN GAGAL “TAKE OFF”

Press-release-kolom-1
  • Jakarta, 25 Desember 2015 — Manajemen Maskapai Citilink Indonesia menegaskan bahwa penerbangan QG 152 dengan rute Halim Perdanakusuma – Denpasar pada Kamis (24/12) kemarin tetap terlaksana dengan baik walau mengalami keterlambatan akibat adanya gangguan dalam sistem "wiring" kabel pesawat dan bukan dalam situasi gagal "take off". 

    “Gangguan baru diketahui saat hendak keluar dari apron atau tempat parkir pesawat dan belum berada di area untuk lepas landas, sehingga pilot sesuai prosedur keselamatan penerbangan langsung memutuskan untuk memperbaiki dulu,” demikian penjelasan Vice President Corporate Communication Citilink Indonesia Benny S. Butarbutar di Jakarta, Jumat.

    Benny menerangkan, begitu mendapat laporan dan juga estimasi waktu perbaikan menyeluruh terhadap sistem kabel elektronik tersebut yang cukup lama, maka segera diputuskan untuk mengganti pesawat dan akhirnya bisa terbang ke destinasi tujuan pada pukul 15.00 dari semestinya dijadwalkan pukul 10.00 wib.

    Mengenai istilah gagal take off yang muncul dalam pemberitaan, Benny menyayangkan kalau pemahaman tersebut masih muncul mengingat pemahaman lepas landas (take off) adalah tahap penerbangan di mana posisi pesawat terbang pada suatu transisi dari berjalan di landasan untuk terbang di udara.

    “Sedangkan gagal take off atau gagal lepas landas adalah situasi dimana pesawat berada di landasan pacu dengan mesin menyala penuh siap untuk terbang atau ketika pesawat sedang melaju di landasan pacu untuk terbang kemudian tiba-tiba sistem peringatan dini menyala sehingga pilot segera memutuskan untuk membatalkan (abort) penerbangan,” ujarnya. Namun demikian, Citilink menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan yang terjadi. Hal tersebut dilakukan demi keselamatan dan keamanan penerbangan sebagai prinsip utama yang harus selalu dipastikan.

    “Kami berterima kasih atas kesabaran untuk menunggu penggantian pesawat dan selama itu penumpang juga mendapat kompensasi ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan (PM) No. 89 Tahun 2015 tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan,” katanya. Jelang musim libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru ini, Citilink menambah kapasitas kursi penerbangan dengan total 31.680 kursi ekstra untuk beberapa rute domestik. Penambahan kapasitas tersebut efektif berlaku pada tanggal 18 Desember 2015 sampai 8 Januari 2016.

    Tentang Citilink

    Citilink adalah anak perusahaan dari PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang menyediakan jasa penerbangan berbiaya murah (LCC). Citilink melayani penerbangan dengan sistem dari kota ke kota menggunakan model usaha pesawat berbiaya murah.

    Berbasis di Jakarta dan Surabaya, pada Desember 2015 Citilink telah melayani lebih dari 220 frekuensi penerbangan harian dari Jakarta dan Surabaya ke 25 kota tujuan. Kota-kota tujuan tersebut adalah Batam, Bandung, Banjarmasin, Denpasar, Balikpapan, Yogyakarta, Medan, Palembang, Padang, Makassar, Pekanbaru, Lombok, Bengkulu, Jambi, Semarang, Malang, Kupang, Pangkal Pinang, Tanjung Pandan, Solo, Surabaya, Palangkaraya, Pontianak, Manado.

    Sebagai bukti keberhasilan dalam komitmennya meningkatkan pelayanan pada pelanggan, Citilink telah meraih beberapa penghargaan, antara lain dari Indonesia Travel and Tourism Foundation untuk kategori Leading Low Cost Airline 2011/2012, The Budgies and Travel Awards 2012 untuk kategori Best Overall Marketing Campaign, penghargaan Service To Care Award 2012 untuk Airlines Category dari Markplus Insight, dan Indonesia Leading Low Cost Airlines selama empat tahun berturut-turut sejak 2011 dari ITTA Foundation serta Maskapai Penerbangan Nasional Terbaik oleh Adikarya Wisata Award 2012.

    Untuk informasi lebih lanjut tentang Citilink dapat mengunjungi situs www.citilink.co.id, halaman Facebook FanPage Citilink dan Twitter @citilink.