event icon Press Release

CITILINK SOSIALISASIKAN KEAMANAN ANGKUTAN KARGO

Press Release Fix
  • Jakarta, 16 Agustus 2016 – Maskapai berbiaya murah (LCC) Citilink Indonesia bersama regulated agent PT. Angkasa Pura Solusi (APSarana) peduli dan berkomitmen akan keselamatan dan keamanan kargo dan pos yang diangkut dengan pesawat udara dengan menggelar seminar bertajuk “Dangerous Goods Security Awareness” kepada agen kargo Citilink di se‐Jabodetabek.

    Acara ini juga diselenggarakan sebagai bentuk implementasi dari PM (Peraturan Menteri) No. 153 Tahun 2015 mengenai pengamanan kargo dan pos serta supply chain kargo dan pos yang diangkut dengan pesawat udara.

    “Melalui acara seminar ini kami ingin menyosialisasikan kepada agent Citilink mengenai jenis‐jenis kategori barang kargo dan dangerous goods serta jenis kargo yang boleh diangkut dengan menggunakan pesawat Citilink”, kata President & CEO Citilink Indonesia Albert Burhan di Jakarta, Selasa (16/8).

    Citilink Indonesia menggandeng Regulated Agent Angkasa Pura Solusi (APSarana) dalam menyelenggarakan acara ini sekaligus menjadi maskapai pertama di Indonesia yang menyelenggarakan acara sosialisasi mengenai Dangerous Goods Security Awareness.

    Albert lebih lanjut menjelaskan bahwa jenis kargo yang diangkut menggunakan penerbangan Citilink adalah kargo umum dan tidak mengangkut barang yang termasuk dalam kategori dangerous goods.

    Adapun terdapat sembilan jenis klasifikasi barang dangerous goods sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh IATA (International Air Transport Association). Barang barang tersebut adalah barang yang bersifat mudah meledak (eksplosif), gas, cairan yang mudah terbakar, bahan padat yang mudah terbakar, zat yang dapat teroksidasi, zat beracun, zat yang mengandung radioaktif, bahan yang dapat menimbulkan karat dan aneka bahan berbahaya lainnya.

    Menurut Albert, sosialisasi mengenai ketentuan Citilink yang tidak mengangkut dangerous goods juga telah dilakukan sebelumnya, baik melalui cargo embargo notice terhadap barang‐barang dangerous goods maupun melalui pengumuman yang disampaikan kepada pengguna jasa layanan kargo Citilink Indonesia.

    Citilink Indonesia telah mengangkut 34.668 ton kargo sepanjang semester pertama tahun 2016 atau naik 45 persen dari sebelumnya 23.910 ton kargo pada semester pertama tahun 2015.