event icon Press Release

Citilink Terapkan “Strategi Kombinasi” Dalam Penambahan Armada Pesawat

img21
  • Jakarta, 28 Maret 2014 – Maskapai penerbangan berbiaya murah (LCC) Citilink mengemukakan strateginya dalam pengembangan armada pesawat yang dimilikinya dalam forum “Airline fleet & Finance Summit Asia” di Singapura pada 25-26 Maret 2014.

    Chief Financial Officer Citilink Indonesia Albert Burhan mengemukakan, pihaknya menerapkan strategi kombinasi dalam pembiayaan armada pesawat Citilink untuk tetap bisa melakukan ekspansi bisnis dalam industry penerbangan.

    “sebagai salah satu budget airline besar di Indonesia yang akan terus menambah jumlah pesawatnya di masa depan. Pendanaan dari penambahan pesawat-pesawat tersebut diperoleh melalui ‘sale & lease back’, dan kombinasi antara pinjaman dari bank serta pembiayaan ekspor import di masa depan,” kata Albert saat menjadi pembicara dalam forum yang dihadiri 200 penanggungjawab keuangan di dunia airline.

    Finance Summit juga diikuti oleh maskapai Lufthansa, Citigroup dan sejumlah pabrikan pesawat terbang dan merupakan forum untuk menyampaikan peluang-peluang yang muncul mengingat pertumbuhan market yang sangat tinggi dalam 10-15 tahun terakhir, yang memunculkan kebutuhan armada dalam jumlah besar.

    Kebutuhan armada pesawat untuk kawasan Asia Pasifik jauh melebihi kawasan2 lain di dunia, dan membutuhkan pendanaan dalam jumlah sangat besar. Namun demikian sejumlah resiko bear turut menghadang mulai dari masalah infrastruktur, fluktuasi harga fuel, faktor keselamatan, resiko dalam pembiayaan, resiko keuangan, hingga resiko mata uang asing.

    Citilink sendiri saat ini memiliki 24 pesawat jenis A320 dan pada tahun ini akan kedatangan delapan pesawat baru dari jenis yang sama, dengan value senilai USD 800 juta (list price). Pada 2013 Citilink mengangkut delapan juta penumpang dan di tahun 2014 menargetkan 12 juta penumpang.

    Tentang Citilink

    Citilink adalah anak perusahaan dari PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang menyediakan jasa penerbangan berbiaya murah (LCC). Citilink melayani penerbangan dengan sistem dari kota ke kota menggunakan model usaha pesawat berbiaya murah. Berbasis di Jakarta dan Surabaya, di Desember 2014 Citilink melayani 182 frekuensi penerbangan harian dari Jakarta dan Surabaya ke 23 kota tujuan.

    Adapun kota-kota tujuan terseut adalah; Batam, Bandung, Banjarmasin, Denpasar, Balikpapan, Yogyakarta, Medan, Palembang, Padang, Makasar, Pekanbaru, Lombok, Bengkulu, Jambi, Semarang, Malang, Kupang, Pangkal Pinang, dan Tanjung Pandan, Solo, Surabaya,dan Palangkaraya.

    Untuk informasi lebih lanjut tentang Citilink dapat mengunjungi: www.citilink.co.id, halaman fanpage di Facebook (Citilink) dan di Twitter (@citilink). Sebagai bukti keberhasilan dalam komitmennya meningkatkan pelayanan pada pelanggan, Citilink telah meraih beberapa penghargaan, antara lain, dari Indonesia Travel and Tourism Foundation untuk kategori Leading Low Cost Airline 2011/2012, The Budgies and Travel Awards 2012 untuk kategori Best Overall Marketing Campaign, penghargaan Service To Care Award 2012 untuk Airlines Category dari Markplus Insight, dan Indonesia Leading Low Cost Airlines selama empat tahun berturut-turut yaitu 2011, 2012, 2013, 2014 dari ITTA Foundation serta Maskapai Penerbangan Nasional Terbaik oleh Adikarya Wisata Award 2012.