event icon Press Release

Harga Jual Tiket Penerbangan Citilink Masih Mengacu Pada KM 26 Tahun 2010

img21
  • Jakarta, 30 Agustus 2012 – Citilink, anak perusahaan dari PT Garuda Indonesia, Tbk., untuk jasa penerbangan berbiaya murah (LCC), hari ini menanggapi pemberitaan di beberapa media massa mengenai surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan Republik Indonesia tertanggal 15 Agustus 2012, mengenai pelanggaran tarif batas atas oleh maskapai Citilink pada saat arus mudik lebaran yang lalu untuk rute Jakarta – Banjarmasin; Citilink menjelaskan bahwa Citilink telah mengirimkan surat jawaban kepada Kementrian Perhubungan yang menjelaskan bahwa besaran harga jual tiket penerbangan PT. Citilink Indonesia telah mengacu kepada Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM 26 Tahun 2010.

    Dalam data lampiran dari personil Direktorat Angkutan Udara pada pelaksanaan pemantauan tariff angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi di Bandar Udara Soekarno Hatta tanggal 30 Juli s/d 3 Agustus 2012, tertulis harga tiket penerbangan Citilink untuk rute CGK – BDJ (Jakarta – Banjarmasin) melebihi tariff batas atas. Seharusnya harga tersebut adalah untuk rute penerbangan CGK – BPN (Jakarta – Balikpapan), sehingga harga jual tiket penerbangan CGK – BDJ (Jakarta – Banjarmasin) masih sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM 26 Tahun 2010 dan tidak melebihi tariff batas atas sebesar 15%.

    “Kami telah mengirimkan surat balasan pada tanggal 16 Agustus 2012 lalu secara langsung, yang menjelaskan bahwa Citilink Harga Jual Tiket Penerbangan Citilink Masih Mengacu Pada KM 26 Tahun 2010,” berikut keterangan Arif Wibowo, CEO PT. Citilink Indonesia dalam siaran persnya hari ini.

    Selain itu dalam hal penetapan biaya administrasi sebesar Rp. 20.000,- untuk setiap pembelian tiket pesawat Citilink baik melalui website maupun melalui Sales Ticket Office, Citilink juga telah menjelaskan bahwa sejak mendapatkan Air Operation Certificate (AOC) dan mulai beroperasinya PT. Citilink Indonesia di tanggal 30 Juli 2012, Citilink selalu melakukan pembebasan biayaa dministrasi untuk setiap pembelian tiketnya.

    Ada pun biaya tambahan yang dikenakan pada para calon penumpang adalah opsi biaya pemilihan nomor kursi sejak awal. Para calon penumpang diberikan pilihan untuk dapat langsung memesan nomor kursi sesuai dengan pilihannya dan untuk ini dikenakan biaya sebesarRp. 25.000,-. “Hal ini wajar dilakukan maskapai yang bergerak di industri penerbangan berbiaya rendah (Low Cost Carrier),”tambahArif.

    Tentang Citilink

    Citilink adalah anak perusahaan dari PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang menyediakan jasa penerbangan berbiaya murah (LCC). Citilink melayani penerbangan dengan sistem dari kota ke kota menggunakan model usaha pesawat berbiaya murah. Berbasis di Jakarta dan Surabaya, di Desember 2014 Citilink melayani 182 frekuensi penerbangan harian dari Jakarta dan Surabaya ke 23 kota tujuan.

    Adapun kota-kota tujuan terseut adalah; Batam, Bandung, Banjarmasin, Denpasar, Balikpapan, Yogyakarta, Medan, Palembang, Padang, Makasar, Pekanbaru, Lombok, Bengkulu, Jambi, Semarang, Malang, Kupang, Pangkal Pinang, dan Tanjung Pandan, Solo, Surabaya,dan Palangkaraya.

    Untuk informasi lebih lanjut tentang Citilink dapat mengunjungi: www.citilink.co.id, halaman fanpage di Facebook (Citilink) dan di Twitter (@citilink). Sebagai bukti keberhasilan dalam komitmennya meningkatkan pelayanan pada pelanggan, Citilink telah meraih beberapa penghargaan, antara lain, dari Indonesia Travel and Tourism Foundation untuk kategori Leading Low Cost Airline 2011/2012, The Budgies and Travel Awards 2012 untuk kategori Best Overall Marketing Campaign, penghargaan Service To Care Award 2012 untuk Airlines Category dari Markplus Insight, dan Indonesia Leading Low Cost Airlines selama empat tahun berturut-turut yaitu 2011, 2012, 2013, 2014 dari ITTA Foundation serta Maskapai Penerbangan Nasional Terbaik oleh Adikarya Wisata Award 2012.